Hiruk-pikuk kehidupan di kota-kota besar mungkin cukup membuat jenuh. Ada kalanya, perlu juga untuk berwisata ke wilayah yang memiliki elevasi cukup tinggi untuk melepas kejenuhan itu. Nah, buat anda yang berada di wilayah Pulau Jawa, perlu mencoba untuk berwisata ke Gunung Parang yang terletak di Purwakarta dengan mengajak anak-anak tercinta.

Bagi pegiat alam bebas, gunung ini sudah tidak asing lagi. Panjat tebing merupakan wahana yang menjadi daya tarik Gunung Parang. Tak hanya untuk orang dewasa, anak-anak (minimal usia 7 tahun) pun bisa mencoba sensasi menantang adrenalin mereka.

Berbicara tentang panjat tebing,mungkin terbersit di benak para orang tua akan hal-hal ekstrem yang membahayakan keselamatan anak. Seperti yang kita ketahui, panjat tebing identik dengan merayap maupun bergelantungan di paras tebing yang tinggi.

Tapi tenang dan buang jauh-jauh kekhawatiran itu. Dengan adanya via ferrata (panjat tebing menggunakan tangga baja), memanjat tebing di Gunung Parang sudah semakin aman dan bahkan untuk anak-anak sekali pun.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa panjat tebing memang bukan kegiatan tanpa risiko. Untuk itu, wajib menggunakan peralatan pengaman yang standar serta didampingi pemandu profesional.

Sseperti yang disampaikan seorang koordinator pemandu panjat tebing di Gunung Parang, Danni Daelami kepada kompas.com, Minggu (2/7/2017), โ€œPeralatan seperti harness ukuran paling kecil untuk anak usia 7 tahun tergantung besar badan, peralatan lainnya standar, akan diajari, dan dibantu oleh pemandu.โ€

Pihaknya telah menyiapkan rute via ferrata untuk anak-anak dan keluarga setinggi 100 meter dan 200 meter, yang dapat ditempuh dengan waktu 2 jam turun dan naik. Terkait tarif sewa alat, kursus dan pemandu, ia tuturkan bahwa berbeda-beda tiap ketinggian. Informasinya bisa dilihat di akun instagram @badegaparang.

Yang menjadi catatan, meskipun anak-anak pada dasarnya senang tantangan dan eksplorasi, perlu dipahami agar orangtua tidak memaksakan kehendak mereka dan tetap membiarkan anak untuk memilih mau atau tidak melanjutkan memanjat tebing. Karena sudah pasti, berada di ketinggian akan membuat emosi bahkan rasa ketakutan atau kepanikan anak meningkat tajam.

Bagi anda yang penasaran untuk mengajak anak-anak Anda merasakan sensasi adrenalin berada di ketinggian, berikut tips via ferrata anak di Gunung Parang:

Pertama, anak-anak sangat wajib didampingi oleh orang tua dan pemandu.

Kedua, kenali riwayat penyakit anak Anda yang berbahaya untuk kegiatan panjat tebing seperti gangguan jantung, darah tinggi, dan penyakit paru-paru.

Ketiga, meskipun via ferrata tidak membutuhkan keahlian khusus, tapi wajib kenali psikologis dan fisiologis anak.

Keempat, perlu untuk dipahami untuk tidak memaksa anak yang fobia ketinggian atau ketika sudah lelah untuk terus memanjat sampai puncak. Ingat, yang jadi target penting bukan puncak melainkan pelajaran mengelola emosi.

Kelima, ciptakan suasana yang menyenangkan selama anak memanjat tebing.

Demikian beberapa tips awal, selebihnya adalah tips yang bersifat teknis yang disampaikan langsung oleh operator yang mememandu di lapangan.

 

Sumber: kompas.com

Advertisements